20 Tips Terbaik untuk Proses Pengujian Disaster Recovery Perusahaan Anda

disaster recovery

Jika penyedia DR (disaster recovery) anda memasukan layanan testing dalam servicenya, ketahuilah dengan seksama bagaimana layanan tersebut dapat mendukung testing Disaster Recovery Plan Perusahaan Anda. Carilah penyedia yang menawarkan pengujian tanpa batas atau kebijakan uji yang lebih fleksible, seperti per-3 bulan atau per-2 bulan, sehingga anda dapat menjadwalkan sebanyak mungkin tes yang diperlukan.

Selain itu, lihat support apa saja yang ditawarkan penyedia layanan untuk pengembangan testing Disaster Recovery Plan Anda.

Berkenaan dengan proses pengujian untuk Disaster Recovery as a Service (DRaaS), atau Cloud Disaster Recovery, berikut ini adalah 20 tips terbaik untuk memastikan keberhasilan proses pengujian Anda.

  1. Tentukanlah apa yang akan dilakukan dalam testing Cloud Disaster Recovery Plan Anda, seperti pemindahan (failover) dari sistem produksi ke Environment Disaster Recovery dan pengembalian (failback) dari Environment Disaster Recovery ke sistem produksi reguler.
  2. Dokumentasikan testing Cloud Disaster Recovery Plan, identifikasi siapa yang akan dilibatkan dalam pengujian dan sumber daya yang akan diperlukan, seperti sistem virtualisasi, basis data, dan data serta layanan pada jaringan.
  3. Lakukan review mengenai Cloud Disaster Recovery Plan anda oleh pemilik sistem dan pemilik data untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan pada rencana Disaster Recovery tersebut sesuai dengan yang diharapkan.
  4. Cek apakah penyedia layanan DRaaS memberikan script uji sebelum Anda menyiapkan script uji anda sendiri.
  5. Siapkan script uji untuk memfasilitasi tes. Ini sangat penting, mengingat script tersebut akan divalidasi dalam pengujian dan berfungsi sebagai prosedur dalam keadaan darurat yang sebenarnya yang akan digunakan oleh penyedia layanan DRaaS anda.
  6. Tentukanlah level of support yang anda harapkan dari penyedia layanan DRaaS. Misalnya, monitoring on-site vs remote monitoring melalui pemantauan jarak jauh, serta teknikal support yang anda butuhkan.
  7. Pastikan semua sumber daya yang diperlukan untuk pengujian berfungsi dengan benar.
  8. Beri tahu mengenai testing Disaster Recovery plan yang akan dilakukan  kepada departemen lain di perusahaan Anda (terutama dalam departemen IT) , termasuk apa yang akan diuji dan hasil yang diharapkan.
  9. Diskusikan kegiatan testing Disaster Recovery plan dengan semua anggota dalam tim penguji agar setiap anggota tahu peran dan tanggung jawab mereka selama pengujian.
  10. Jadwalkan uji coba dengan sebanyak mungkin peserta, termasuk penyedia layanan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang mungkin akan timbul (seperti, script yang salah, URL salah atau sumber daya lain) yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengujian Disaster Recovery Anda.
  11. Pastikan pengujian dilakukan di environment yang tidak akan mempengaruhi sistem produksi yang sedang berlangsung, seperti didalam environment penelitian dan pengembangan atau environment pengujian sistem.
  12. Setelah testing Cloud Disaster Recovery plan dimulai, tunjuk seseorang untuk mencatat dan menyimpan rekaman catatan waktu kegiatan testing. Dalam Dokumen hasil tes harus disisipkan  tempat untuk menambahkan catatan dan merekam waktu secara spesifik ketika kegiatan test selesai.
  13. Jadwalkan dalam test anda waktu untuk rehat yang berfungsi untuk memeriksa bagaimana perkembangannya. Tetapi perlu diingat, bahwa Anda tidak akan memiliki opsi rehat tersebut jika dalam keadaan darurat yang sebenarnya. Bersiaplah untuk menghentikan tes jika kegiatan tidak selesai sesuai rencana.
  14. Setelah pengujian selesai dan hasil telah didokumentasikan, lakukan cek ulang untuk melihat apa yang berhasil, dan apa yang tidak berhasil serta apa yang diperlukan untuk perbaikan dari aktivitas test yang gagal.
  15. Dokumentasikan laporan pasca pengujian dan kirimkan ke manajemen.
  16. Review hasil testing Disaster Recovery plan dengan penyedia layanan DRaaS anda untuk melihat bagaimana hal itu dapat membantu anda menyelesaikan semua masalah yang timbul.
  17. Jika memungkinkan, lakukan tes lain untuk melihat perbandingan script uji di enivronment pengujian yang berhasil. Jika tidak dimungkinkan, maka lakukanlah analisa terhadap resiko yang mungkin timbul yang akan memberikan efek bagi perusahaan jika masalah yang ditemukan tersebut terjadi dalam situasi  darurat yang sebenarnya. Semua temuan harus dicatat dalam laporan pasca kejadian atau laporan pasca-pengujian berikutnya.
  18. Jika sistem dan sumber daya bersifat mission-critical, lakukan pengujian tambahan untuk memastikan aset-aset tersebut dapat dipulihkan.
  19. Perbarui Disaster Recovery plan dan dokumen lain berdasarkan hasil pengujian.
  20. Koordinasikan dengan penyedia layanan DRaaS Anda untuk menjadwalkan pengujian berikutnya.

Ketika anda memiliki penyedia layanan DRaaS yang mengetahui akan pentingnya testing Cloud Disaster Recovery plan, kemungkinan besar anda akan  memiliki pemulihan yang sukses ketika Disaster Recovery dibutuhkan.

Untuk memenuhi kebutuhan Disaster Recovery perusahaan anda, kami mempunyai layanan DRaaS yang akan menjamin kontinuitas bisnis anda. Silahkan klik tautan berikut : https://cloud.datacomm.co.id/services/cloudciti/disaster-recovery-as-a-service/id

  • 8
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*