Merencanakan strategi pemulihan bisnis perusahaan anda dari serangan Ransomware dengan Cloud Disaster Recovery (DR)

ransomeware

“Memastikan perlindungan bisnis anda terhadap serangan ransomware dengan snapshot dan cloud. Plus, melaksanakan kegiatan kontrol yang ketat terhadap backup storage untuk meningkatkan keamanan dari serangan tersebut.”

Jika ransomware tidak membuat anda sibuk atau pusing dimalam hari, berarti anda seseorang yang beruntung. Mengapa? karena pada dasarmya ransomeware merupakan salah satu virus yang bisa membuat semua data-data penting kita dalam keadaan terenkripsi sehingga tidak bisa dibuka, dan satu-satunya cara untuk membuka data-data anda tersebut yaitu dengan membayarnya untuk mendapatkan kode dekripsi untuk membuka data tersebut. Akan tetapi bagaimana jika anda sudah membayar tetapi anda tidak mendapatkan kode dekripsi untuk membuka data-data anda, maka anda harus merelakan uang yang cukup banyak dan data-data penting anda.

Read More

Skenario Disaster Recovery Berbasis Awan untuk Menjamin Kontinuitas Bisnis Perusahaan

Close up on a red panic button with the text Distaster Recovery with blur effect. Concept image for illustration of DRP business continuity and crisis communication.

Disaster recovery sangat berhubungan dengan kontinuitas sebuah perusahaan. Meskipun banyaknya opsi dan variasi disaster recovery, namun tidak semuanya menjamin hasil. Disaster recovery harusnya lebih dari sekedar sebuah backup prosedur. Pemilihan disaster recovery yang tepat bergantung pada kebutuhan bisnis anda. Tujuan dari Disaster Recovery adalah untuk mengurangi konsekuensi dari bencana dan melakukan tindakan yang tepat untuk mempertahankan sumber daya berharga khususnya fasilitas IT dan system informasi. Proses ini harus dilakukan untuk fungsi yang luas pada perusahaan diantaranya mengurangi kerugian finansial, meningkatkan layanan pelanggan dan mengurangi kejadian destruktif yang dapat mempengaruhi nama, proses, likuiditas dan reputasi pasar.

Read More

perbankan_01

Datacomm Cloud Business Siap Membantu Pengaplikasian Peraturan OJK Terbaru Mengenai Standar Penyelenggaraan Teknologi Informasi Bagi BPR dan BPRS

Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia pada tahun 2016 lalu mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 75 /POJK.03/ 2016 Tentang Standar Penyelenggaraan Teknologi Informasi Bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Berkaitan dengan peraturan tersebut, kapasitas Teknologi Informasi (TI) bagi industri  perbankan, termasuk BPR dan BPRS, sangat krusial dan tidak dapat dipisahkan dari operasional perbankan  dalam melayani masyarakat pengguna jasa perbankan.

Dengan pengelolaan Teknologi Informasi yang tepat, maka akan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional BPR dan BPRS. Pengelolaan Teknologi Informasi oleh BPR dan BPRS juga diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan sistem informasi manajemen secara memadai, termasuk dalam memenuhi kewajiban pelaporan kepada otoritas berwenang.

Read More