Be Ready for Disaster and Avoid Downtime (Disaster Recovery Seminar)

be-ready-for-disaster

Sebagai negara yang berada di antara 2 benua dan 2 samudera, Indonesia menjadi salah satu tempat yang strategis dalam arus perdagangan dunia. Selain potensi tersebut, letak Indonesia menjadi alasan mengapa sering terjadi bencana alam di Indonesia seperti banjir, gempa bumi, dan gunung meletus. Pada awal tahun 2020 sebagian besar wilayah Jabodetabek lumpuh karena hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama lebih dari 12 jam. Akibat banjir tersebut mengakibatkan putusnya jalur transportasi dan padamnya aliran listrik yang mengakibatkan banyak perusahaan tidak dapat menjalankan roda bisnis seperti biasa, kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan realita tersebut, maka Datacomm Cloud Business (DCB) menggelar seminar Disaster Recovery dengan judul “Be Ready for Disaster and Avoid Downtime” pada hari Kamis, 30 Januari 2020 bertempat di Grha Datacomm.

Disaster Recovery Service Datacomm Cloud BusinessDisaster Recovery Service Datacomm Cloud Business

Pada sesi pertama, Sutedjo Tjahjadi, Managing Director Datacomm Cloud Business membawakan materi yang berjudul Disaster Recovery: Understanding Trend, Methodology, Solution, and Standard. Sutedjo Tjahjadi memaparkan mengenai tren bencana alam di Indonesia selama beberapa waktu terakhir, serta menjelaskan bahwa bencana tidak hanya timbul dari alam saja, melainkan structural damages dan socio-political. Selain itu para peserta seminar juga diajarkan bagaimana untuk melakukan perhitungan apabila terjadi bencana terhadap bisnis mereka. Hal-hal yang harus diperhatikan dan diperhitungkan adalah Labor Cost (Number of People X Average % Affected X Average Rate/Hour X Number of Hours), Revenue Lost ( (Yearly Revenue / Total Yearly Operating Hours) X % Impact X Number of Hours), serta adanya intagible cost yang sulit dikalkulasi seperti ketidakpuasan konsumen, biaya produksi tambahan, kesetiaan konsumen, dan lainnya.

Disaster Recovery Service Datacomm Cloud BusinessDisaster Recovery Service Datacomm Cloud Business

Pihak manajemen perusahaan juga perlu untuk menentukan adanya Recovery Point Objective (RPO) dan Recovery Time Objective (RTO), RTO merupakan waktu yang dibutuhkan agar sebuah sistem dapat kembali berjalan setelah downtime, sedangkan RPO adalah waktu kehilangan data yang masih dapat ditoleransi oleh perusahaan. Di akhir presentasi Sutedjo juga memberikan saran ketika perusahaan dalam memilih penyedia layanan Disaster Recovery, seperti perlunya mengetahui sistem replikasi sistem dari primary ke sistem Disaster Recovery, kemudahan dalam melakukan pengetesan sistem Disaster Recovery, kecepatan dalam melakukan perpindahan sistem dari server utama ke server DR ketika server utama mengalami gangguan, serta melakukan pengembalian dari sistem Disaster Recoveryke server utama.

Acara pun dilanjutkan oleh Gilang Ginanjar, Pre-Sales Team Lead dengan membahas sistem Disaster Recovery dari sisi teknikal, serta dilakukannya demo melakukan DR yang didukung oleh infrastruktur Datacomm Cloud Business yang handal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*