Beberapa hal yang harus anda ketahui mengenai Hybrid Cloud

hybrid-cloud

Banyak perusahaan yang mengadopsi strategi hybrid cloud , tetapi dalam prakteknya, mereka menghadapi tantangan yang cukup signifikan.

Dalam laporan RightScale “2018 State of the Cloud”, 81% dari 997 profesional yang berkecimpung di dunia teknologi mengatakan bahwa mereka memiliki strategi multi-cloud, dan 51% mengatakan bahwa mereka memiliki strategi hybrid. Namun definisi dari hybrid juga sangat beragam, yang membuat para pemimpin TI mengalami kesulitan mencari tahu bagaimana mempersiapkan dan mengelola lingkungan baru ini.

Nelson’s report memaparkan 10 pengamatan yang dapat membantu perusahaan menyusun strategi hybrid dan multi cloud mereka. Berikut 3 diantarnya :

Aplikasi Hybrid sudah biasa digunakan

Nelson menulis, bukan hanya infrastruktur yang hybrid. “Aplikasinya juga hybrid,”. Maksudnya, satu aplikasi mungkin bergantung pada beberapa bahasa pemrograman, kerangka kerja platform, dan cloud computing environment.

Ketika suatu perusahaan bermigrasi ke cloud publik, mereka menemukan bahwa aplikasi mereka bergantung pada banyak platform yang terdapat di datacenter mereka sendiri atau pada beberapa platform yang tersebar di berbagai datacenter lain. Dan upaya perusahaan untuk melakukan modernisasi aplikasi dapat mengarah pada situasi di mana sebagian aplikasi didasarkan pada “legacy code” dan sebagian lain berdasar pada “cloud-native elements” yang baru. Situasi ini menambah kompleksitas dan kesulitan bagi environment IT dan manajemen

Cloud bursting sedang mengalami kebangkitan

Ketika komputasi awan baru muncul, banyak pakar berbicara tentang kemungkinan “cloud bursting”, yaitu, menggunakan layanan cloud publik untuk menambah sumber daya komputasi yang tersedia di private cloud perusahaan.

Namun, sebenarnya penggunaan cloud bursting lambat terwujud. Nelson mencatat, “Memfasilitasi bursting itu sulit, ditambah kerumitan yang ditimbulkan oleh latensi antar situs; biaya perpindahan data; dan kurangnya konsistensi antara environment cloud publik dan private. ”

Baca Juga : Mengenal Apa itu Azure Stack

Meskipun kesulitan itu, Nelson mencatat bahwa bursting tampaknya semakin populer. Beberapa perusahaan terkemuka telah mempublikasikan keberhasilan mereka sendiri dengan cloud bursting dan itu dapat menyebabkan adopsi yang lebih besar.

Tantangan menghubungkan antar tool di lingkungan hybrid cloud

Developer sering memiliki preferensi yang spesifik dalam hal alat dan platform yang mereka sukai untuk membangun suatu aplikasi. Tetapi di cloud, mereka tidak dapat selalu menggunakan apa yang mereka inginkan, khususnya jika mereka menggunakan platform as a service. Developer bisa sangat kreatif dalam mencari solusi, tetapi solusi ini sering memiliki kekurangannya.

Nelson menyimpulkan “Hybrid cloud, seperti yang sudah didefinisikan secara luas, adalah penggunaan cloud secara paralel dengan teknologi lain – cloud atau non-cloud.”

Datacomm Cloud Business sebagai penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia, terus mengembangkan teknologi hybrid cloud melalui layanan Datacomm Azure Stack. Datacomm Azure Stack adalah Hybrid Cloud yang menawarkan peluang layanan cloud tanpa batas untuk meningkatkan kelincahan, ketersediaan, dan skalabilitas bagi perusahaan Anda.

Kami memberikan agilitas dan inovasi komputasi awan yang cepat ke lingkungan lokal di Indonesia. Hanya Azure Stack kami yang memungkinkan Anda menjalankan layanan Azure dari datacenter lokal datacomm sendiri yang terletak di dalam negeri, sambil menyeimbangkan jumlah fleksibilitas dan kontrol yang tepat untuk penerapan cloud hybrid yang benar-benar konsisten.

Dapatkan informasi lengkap mengenai Hybrid Cloud dari Datacomm disini : https://cloud.datacomm.co.id/services/cloudciti/datacomm-azure-stack/id

source : informationweek.com

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*