Didukung Acronis dan Citrix, Datacomm Memperkenalkan Cloudciti BaaS & EMM

press release Aronis Citrix Datacomm

JAKARTA, 18 Februari 2016 (Press Release) Datacomm Cloud Business, unit bisnis PT Datacomm Diangraha yang fokus menyediakan jasa cloud, hari ini memperkenalkan dua solusi: Cloudciti Backup-as-a-Service (BaaS) dan Cloudciti Enterprise Mobility Management-as-a-Service (CEMM) untuk menambah kesiapan dan meningkatkan kelincahan perusahaan dan organisasi di Indonesia dalam era mobility saat ini. BaaS adalah solusi backup data yang aman, terjamin dan dapat memenuhi skalabilitas. CEMM adalah solusi yang lengkap dan aman untuk mengelola aplikasi, data dan layanan mobile untuk mendukung kebijakan BYOD. Dua solusi berbasis cloud ini memberikan dukungan kemudahan, fleksibilitas dan biaya yang efektif untuk memaksimalkan efisiensi dan produktivitas.

Saat ini berbagai perangkat mobile (smartphone, gadget, komputer tablet) memberikan level akses internet mobile yang luar biasa. Riset eMarketer pada Desember 2014 memperkirakan pengguna smartphone di Indonesia akan melampaui 100 juta pada tahun 2018 dan menjadikan Indonesia sebagai pengguna smartphone terbesar nomor 4 di dunia. Semakin banyak juga perusahaan di Indonesia yang mulai menerapkan kebijakan BYOD dengan mengizinkan para karyawannya menggunakan perangkat pribadi untuk melakukan pekerjaan, hingga bekerja dari rumah!

Konsekuensinya, muncul tantangan utama yaitu:

  1. security

perangkat pribadi memiliki potensi untuk menularkan virus ke jaringan perusahaan, dan data pribadi pelanggan atau data perusahaan dapat diambil jika perangkat tersebut hilang atau dicuri. Karyawan juga, secara tidak sadar, beresiko harus bertanggung jawab terhadap kewajiban yang berada diluar kontrolnya: aset perusahaan dapat tercampur dengan data pribadi, atau lebih buruk lagi, dengan aplikasi unduhan yang tidak aman atau tidak sejalan dengan kebijakan perusahaan.

2. Manageability

bisnis dari segala ukuran harus mencari solusi untuk menjawab kerumitan dalam pengelolaan kebijakan TI yang diakibatkan oleh ratusan – jika bukan ribuan jenis perangkat dengan berbagai brand yang populer seperti iPhone, Samsung, atau Blackberry. Dan sistem operasi yang dipergunakannya mulai dari iOS, Android, BlackBerry OS, Microsoft Windows, Mac OS, atau Linux.

3. Backup[1]

dengan BYOD data yang terus tumbuh juga menjadi masalah untuk bisnis dan profesional TI. Akumulasi data yang luar biasa ini mewakili aset paling berharga sebuah perusahaan dan data-data tersebut harus di back up, dilindungi, disimpan, diamankan dan dibuat selalu tersedia untuk organisasi kapan pun mereka dibutuhkan – apakah untuk menjawab masalah karyawan dan pelanggan atau untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan untuk mematuhi peraturan atau pencarian elektronis. Data juga harus di-back up dan dilindungi dari peristiwa: kesalahan pengguna, kegagalan perangkat lunak dan perangkat keras komputer, penerobosan security dan berbagai virus, kebocoran data dan kehilangan atau pencurian perangkat, masalah-masalah dalam proses update dan upgrade.

Menambah rumit tantangan tersebut, kenyataan bahwa budget TI sangat ketat dan kebanyakan organisasi melakukan konsolidasi, daripada memperbesar departemen TI mereka.

Dengan fenomena BYOD yang terus berkembang mengharuskan bisnis menggunakan solusi yang mudah dalam penggelaran dan pengelolaannya, tidak memerlukan biaya uang muka yang besar, dan dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa mengorbankan persyaratan keamanan data perusahaan. Sebenarnya, perusahaan sudah memahami manfaat yang ditawarkan berbagai solusi pengelolaan data dan mobility tapi menerapkan solusi seperti itu perlu tanggung jawab besar dan rumit. Solusinya, dengan menggunakan pengelolaan data dan mobility yang dihantarkan dengan teknologi cloud computing

Sangat penting memilih penyedia layanan cloud, seperti Datacomm Cloud Business, yang memiliki komitmen service level yang andal, sarat pengalaman teknik dan mengerti cara memberikan support dalam penerapan solusi ini. Termasuk kemampuan menyediakan infrastruktur pusat data milik sendiri yang berlokasi di dalam negeri sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi pelanggan dalam hal network latency[2] yang akan memperbaiki waktu respon dan pengalaman pelanggan. Dan untuk memenuhi kepatuhan pada peraturan pemerintah Indonesia bagi penggunaan jasa cloud computing dengan adanya:

  • Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) tentang ketentuan mengenai Pusat Data dan Pusat Pemulihan Bencana. Pasal 17 PP PSTE mengatur bahwa “Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.”
  • Di industri perbankan terdapat Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum yang mewajibkan bank untuk menempatkan pusat datanya (data center) terutama yang terkait nasabah individual Indonesia di dalam negeri.

“Seiring dengan perusahaan dan organisasi yang menerapkan kebijakan BYOD dan teknologi mobility, kami menyediakan solusi Cloudciti Backup-as-a-Service (BaaS) dan Cloudciti Enterprise Mobility Management (CEMM). Kedua solusi berbasis cloud ini akan memberikan manfaat kelincahan, kemudahan pengelolaan, keandalan serta jaminan keamanan untuk pelanggan,” kata Sutedjo Tjahjadi, Managing Director Datacomm Cloud Business.

Datacomm Cloud Business didukung oleh para profesional, komitmen keuangan yang kuat, memiliki desain pusat data tier-3 berlokasi di Indonesia, telah memiliki sertifikat standar internasional ISO 9000, ISO 27001 dan ISO 20000, layanan customer service 24x7x365, 15 kantor cabang di Indonesia dan 25 tahun pengalaman di industri TI. Semuanya sesuai dengan filosofi bisnis Datacomm: enterprise, secure dan local.

Terdapat potensi pasar yang besar dari industri perbankan, ritel, oil & gas, healthcare di Indonesia yang membutuhkan solusi seperti yang ditawarkan Datacomm. Sebagai gambaran, industri perbankan di Indonesia dengan layanan mobile banking yang berkembang saat cepat. Bukan hanya nasabah yang menginginkan akses ke data perbankan mereka dari mana saja dan dari segala jenis perangkat, para karyawan bank juga menginginkan hal yang sama. Data dari industri perbankan menunjukan baru sekitar 60 juta penduduk Indonesia yang memiliki rekening dari total populasi penduduk di Indonesia yang berkisar 250 juta jiwa[3]. Ke depan jumlah itu akan terus bertambah seiring dengan makin gencarnya program layanan keuangan tanpa kantor yang dilakukan kalangan perbankan.

Industri ritel dapat menggunakan solusi ini untuk meningkatkan pengalaman berbelanja dan meningkatkan kepuasan pelanggannya. Pasar industri ritel di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 326 miliar atau senilai Rp 4.306 triliun tahun 2015 lalu yang ditopang pertumbuhan konsumen kelas menengah[4].

Cloudciti Backup as a Service (BaaS)

Cloudciti Backup as a Service (BaaS) adalah solusi backup dan pemulihan bencana untuk semua data, setiap saat, dimana saja. Solusi backup all-in-one dan mudah digunakan ini bekerja menggunakan Cloudciti secure software-defined storage yang berlokasi dalam sebuah pusat data remote yang aman, dengan desain tier-3 dan memenuhi standar SSAE 16.

Solusi ini akan mem-backup disk, partisi, server, dan data ke dalam Cloudciti storage, memulihkan semuanya dengan cepat dan mudah – file, folder, aplikasi, atau seluruh sistem. Dan fitur smart backup yang dimilikinya dapat mengurangi konsumsi network dan biaya storage.

Digabungkan dengan Cloudciti Infrastructure-as-a-Service, Cloudciti BaaS adalah solusi TI business continuity yang lengkap untuk melindungi dan memulihkan data, server, atau seluruh pusat data dari bencana yang disebabkan oleh alam atau manusia. BaaS berkerja sama dengan  Acronis Indonesia untuk memberikan layanan terbaik.

Acronis Indonesia berkomitmen memberikan kemampuan kepada penyedia layanan cloud untuk menawarkan rangkaian lengkap solusi perlindungan data, termasuk backup, pemulihan bencana, dan sinkronisasi dan berbagi file. Acronis percaya bahwa perlindungan data yang lengkap tidak hanya memerlukan keselamatan data yang paling terkini tapi juga keamanan data untuk melindungi perusahaan dari ancaman dari luar, dan kerahasiaan data untuk menjamin bahwa mereka tetap mengendalikan data mereka – di tempat transit, dalam perangkat mobile dan di cloud. Untuk mencapai ini, Acronis menggunakan arsitektur terbuka yang sangat fleksibel yang mendukung integrasi dengan solusi pihak ketiga, standar enkripsi global terkini, termasuk AES256, dan pencarian yang aman dan rahasia.

“Keberhasilan kerja sama antara Acronis dan penyedia layanan cloud terkemuka seperti Datacomm memperlihatkan kesesuaian produk perlindungan data dari Acronis dengan pasar dan komitmen kami untuk memimpin industri di wilayah ini. Kami bangga dapat bekerja sama dengan Datacomm dan mendukung mereka dalam membangun bisnis backup datanya dan produk keamanan data lainnya yang didukung oleh teknologi yang dikembangkan oleh Acronis,” kata Rudi Rangkuti, Country Manager at Acronis Indonesia.

Manfaat BaaS:

  • Disesuaikan untuk berintegrasi dengan dan melindungi seluruh platform virtual besar;
  • Menangkap segalanya – file, data aplikasi, konfigurasi dalam 1 langkah mudah;
  • Memulihkan seluruh sistem dalam hitungan menit – bahkan kepada hypervisor yang berbeda;
  • Secara otomatis mengirimkan copy backup ke cloud Acronis yang ultra-secure;
  • Melakukan migrasi P2V/V2V/V2P dengan mudah dan tidak terbatas;
  • Dapat memilih opsi backup agent dan agentless;
  • Menghemat waktu dan sumber daya dengan backup compression, deduplication, dan incremental;
  • Mengelola kegiatan backup untuk berbagai sistem menggunakan dashboard tunggal dan mudah digunakan;
  • Produk backup virtual Acronis bekerja dengan produk backup fisik Acronis sebagai sebuah solusi tunggal
Cloudciti Enterprise Mobility Management (CEMM)

Cloudciti Enterprise Mobility Management (CEMM) yang didukung oleh Citrix XenMobile adalah solusi cloud Enterprise Mobility Management (EMM) multi-platform yang akan memberikan bisnis mobile device management (MDM), mobile application management (MAM), standar keamanan, dan kemampuan self-service bagi pengguna. Solusi ini tersedia sebagai sebuah layanan, akan memuaskan kebutuhan pengguna-akhir, para pemimpin bisnis dan departemen TI terhadap solusi untuk pengelolaan perangkat mobile, aplikasi dan data yang mudah digelar, mudah dikelola, dan sangat efektif dalam hal biaya.

“Bersama Datacomm, Citrix menyediakan sebuah solusi sehingga bisnis dapat memanfaatkan kekuatan cloud untuk mengelola dan melindungi perangkat mobile, aplikasi dan data, memberikan orang kebebasan untuk merasakan bekerja dan hidup sesuai keinginan mereka. Citrix XenMobile mudah diintegrasikan dengan sistem enterprise Anda, sehingga Anda dengan cepat memiliki kontrol terhadap perangkat mobile dan aplikasi. Tambahan lagi, pengguna akan menikmati akses-tunggal kepada seluruh perangkat mobile, web dan aplikasi mereka,” kata Hans Utomo, Country Manager, Indonesia, Citrix Systems Inc.

Manfaat CEMM:

  • Memberikan pengguna kebebasan untuk memilih perangkat mobile dan aplikasi, dimana kebijakan perusahaan tetap dapat diterapkan;
  • Meindungi data perusahaan yang penting jika perangkat pengguna hilang atau dicuri;
  • Meningkatkan produktivitas pengguna dengan aplikasi yang sepenuhnya dapat dikelola yang dirancang untuk kegiatan bisnis;
  • Jaminan 99,9% service availability dan infrastruktur cloud yang aman, menjamin keamanan business continuity;
  • Mengurangi biaya untuk mengelola dan monitoring perangkat mobile perusahaan.

CEMM sudah tersedia dalam 2 layanan:

  • by Features: MDM Edition, Advanced Edition, and Enterprise Edition
  • by Delivery Models: Cloudciti Mobility Management (CMM) and Private Cloud Mobility Management (PMM)

[1] Backup: salinan dari file program atau file data yang dibuat untuk memberi jaminan agar data yang ada tidak hilang atau terhapus apabila terjadi sesuatu pada file aslinya.

[2] Network latency: banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh satu paket data untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

[3] http://finansial.bisnis.com/read/20150620/90/445377/nasabah-perbankan-dari-250-juta-orang-indonesia-hanya-60-juta-miliki-rekening

[4] http://duniaindustri.com/pasar-industri-ritel-indonesia-diprediksi-rp-4-306-triliun/

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*