Disaster Recovery as a Service (DRaaS)

Disaster recovery

Disaster Recovery as a Service (DRaaS) adalah mereplikasi data dan meng-hosting fisikal atau virtual server dari primary site kepada secondary site yang disediakan oleh pihak ketiga, provider DRaaS, untuk kebutuhan failover pada saat terjadi bencana, baik itu terjadi Karena ulah manusia ataupun bencana alam.

Biasanya, persyaratan dan ekspektasi yang diharapkan dari DRaaS terdokumentasi dalam service level agreement (SLA) dan tugas dari pihak ketiga, Provider DRaaS, yaitu menyediakan sistem dilingkungan cloud computing untuk kebutuhan failover, sistem pembayarannya dapat melalui kontrak dalam jangka waktu tertentu atau menggunakan metode pembayaran pay-as-per-use basis, yang memungkinkan pengguna hanya membayarkan apa yang digunakan saja. Jika bencana sungguhan terjadi, pihak ketiga, provider DRaaS, diasumsikan tidak akan merasakan dampak dari bencana karena berada pada letak gografis yang berbeda dengan perusahaan yang terkena dampak, sehingga memungkinkan provider DRaaS untuk mengimplementasikan rencana pemulihan bahkan untuk kasus terburuk sekalipun, seperti hampir seluruh atau keseluruhan server mati pada perusahaan yang terkena dampak.

Pertimbangan apa saja yang harus di perhatikan dalam memilih Provider DRaaS?

Jika menurut anda DRaaS adalah suatu solusi yang tepat untuk perencanaan pemulihan terhadap bencana bagi perusahaan anda, maka ada beberapa pertanyaan penting yang harus dipertimbangkan supaya anda memilih provider DRaaS yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan untuk menjalankan misi pemulihan terhadap bencana, berikut adalah pertanyaan yang harus dipertimbangkan menurut analis George Crump:

  • Berapa persentase pelanggan yang dapat dilayani oleh penyedia layanan pada saat terjadi bencana regional secara bersamaan, misalnya seperti badai ?
  • Sumber daya DR apa saja yang tersedia untuk pemulihan ?
  • Bagaimana provider mengelola, melacak dan memperbarui sumber daya yang ada ?
  • Apa yang terjadi jika provider tidak bisa mengantarkan layanan DR ?
  • Apa persyaratan untuk menyatakan bencana ?
  • Bagaimana cara pelayananya? Apakah yang pertama kali datang, maka akan dilayani pertama sampai semua sumber daya habis terpakai ?
  • Apa yang terjadi pada pelanggan yang tidak dapat dilayani ?
  • Bagaimana cara pengguna mengakses aplikasi internal perusahaan pada secondary site ?
  • Apakah nantinya jaringan VPN akan terisolasi atau di routing keluar ?
  • Sejauh mana infrastruktur virtual desktop mempengaruhi akses pengguna dan siapa yang mengelolanya saat pemulihan bencana ?
  • Bagaimana pelanggan, partner, dan pengguna mengakses aplikasi yang dapat diakses secara public ?
  • Apakah node domain name system akan terupdate/berubah untuk keperluan aplikasi eksternal yang diakses oleh customer ?
  • Bagaimana Anda memastikan administrator dan pengguna menerima akses ke server / aplikasi ?
  • Bagaimana prosedur failback yang ditawarkan ?
  • Apa professional service yang tersedia dari penyedia layanan untuk memfasilitasi pemulihan bencana dan berapa biayanya ?
  • Berapa besar support yang dapat diharapkan pada saat DR ?
  • Bagaimana proses pengujian pemulihan pasca bencana yang ditawarkan oleh provider DRaaS ?
  • Bisakah pelanggan melakukan pengujian sendiri ?
  • Berapa lama pelanggan dapat menjalankan systemnya di datacenter milik provider DRaaS setelah bencana dideklarasikan ?
  • Berapakah biaya yang dikeluarkan terkait berbagai opsi DRaaS yang disediakan oleh Provider DRaaS ?
  • Apakah layanan yang ditawarkan berbentuk a-la-carte, sudah dibundel atau ada biaya dimuka ?
  • Apakah ada kaitannya antara biaya yang dibayarkan dimuka dengan biaya yang dikeluarkan pada saat pemulihan ?

Contoh penyedia Disaster Recovery as a service yang ada di Indonesia adalah Cloudciti Disaster Recovery as a service. Cloudciti DRaaS dapat dijadikan sebagai bagian dari rencana kontinuitas bisnis komprehensif bagi perusahaan anda, Karena Cloudciti DRaaS memberikan solusi yang handal, aman dan terpercaya untuk pemulihan bencana. Cloudciti DRaas juga memastikan perusahaan anda berinvestasi secara efektif dan efesien dalam menerapkan strategi pemulihan bencana. Cloudciti DRaaS menerapkan cloud-based Disaster Recovery yang memberikan fleksibilitas bagi perusahaan anda dalam menentukan solusi optimal untuk kebutuhan disaster recovery. Kunjungi https://cloud.datacomm.co.id/ untuk informasi lebih lanjut.

Kelebihan dan Kekurangan Disaster Recovery as a service

Dengan Disaster Recovery as a service, waktu untuk mengembalikan aplikasi untuk kembali berproduksi secara normal menjadi berkurang karena data tidak perlu dipulihkan melalui internet. DRaaS dapat sangat berguna untuk usaha kecil dan menengah yang tidak memiliki suber daya baik manusia maupun teknologi yang diperlukan untuk menyediakan, mengkonfigurasi dan menguji rencana pemulihan bencana secara efektif. Menggunakan DRaaS juga berarti perusahaan tidak harus berinvestasi dan memelihara lingkungan off-site DR.

 

Sumber : TechTarget.com
Diposting oleh : Margaret Rouse (dalam versi Bahasa Inggris)
Kontributor : Kim Hefner dan Stan Gibilisco
Diterjemahkan dan ditulis ulang dengan penyesuaian oleh: Arie Apriadi Setiawan

  • 6
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*