Implementasi Disaster Recovery Berbasis Awan Dengan Enam Langkah Mudah

Implementasi Disaster Recovery

Disaster Recovery (DR) berbasis awan memberikan layanan DR yang efektif untuk semua perusahaan.

Komputasi awan mungkin merupakan teknologi yang sedang trend dalam beberapa waktu belakangan ini, namun sebenarnya komputasi awan akan memberikan benefit yang lebih besar ketika perusahaan memanfaatkannya sebagai bagian dari perencanaan Disaster Recovery (DR). Sekarang ini sangatlah memungkinkan bagi perusahaan untuk membuat “Recovery Site” berbasis awan yang bisa langsung digunakan jika data center utama  bermasalah. Ada berbagai alternatif strategy dalam menggunakan komputasi awan untuk DR serta pencegahan bencana; akan coba kami jelaskan beberapa hal penting dengan lebih detail.

1 Evaluasi kebutuhan proteksi data anda

Langkah pertama dalam implementasi DR adalah mengevaluasi kebutuhan dari perusahaan anda. Meskipun sepertinya terdengar sederhana, namun hasil dari evaluasi anda akan memegang peranana penting dalam menentukan infrastruktur dan konfigurasi yang harus anda pilih untuk memfasilitasi proteksi data berbasis awan. Sebagai contoh, beberapa perusahaan menggunakan penyimpanan berbasis awan sebagai bagian dari “disk-to-disk-to-cloud backup solution”. Backup utama tetap di onsite, namun mereka mereplikasi di penyimpanan berbasis awan dimana mereka akan diproteksi dari berbagai macam ancaman yang akan mengganggu data center, seperti kebakaran ataupun banjir. Sedangkan beberapa perusahaan mereplikasi seluruh Virtual Machines (VMs) kedalam komputasi awan sehingga mereka bisa dengan cepat beralih ke host komputasi awan ketika host VMs di data center local mereka bermasalah.

2 Memilih penyedia layanan komputasi awan

Setelah anda menentukan kebutuhan pengamanan data anda, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyedia layanan komputasi awan yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut. Tidak semua penyedia layanan komputasi awan mempunyai kemampuan dalam menghadapi situasi tertentu. Sebagai contoh, beberapa penyedia mempunyai layanan untuk mereplikasi VM, namun tidak mampu menjadi “host”. Ada juga penyedia yang menawarkan penyimpanan saja. Jika tujuan utama anda adalah membangun DR yang berbasis komputasi awan, anda harus mencari penyedia layanan komputasi awan yang sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih spesifik.

Namun, jika tujuan anda hanya untuk mereplikasi data di komputasi awan, lebih baik anda memilih layanan “storage-only” untuk menghindari pembayaran layanan yang tidak anda perlukan.

Apapun kebutuhan anda, adalah hal yang baik untuk mengidentifikasi berbagai jenis layanan komputasi awan dari beberapa penyedia layanan, sehingga anda bisa membandingkan harga dan kehandalan dari tiap layanan.

 

3 Estimasi harga

Setelah anda menentukan penyedia layanan komputasi awan yang sesuai, anda perlu membuat estimasi harga. Setiap penyedia layanan biasanya mempunyai harga yang berbeda-beda, namun total biaya bulanan biasanya dipengaruhi bebeapa faktor diawah ini :

  • Biaya langganan bulanan
  • Besaran penggunaan bandwidth internet
  • Besaran penyimpanan yang dipakai
  • Jumlah VM yang dipakai

Beberapa penyedia layanan memberlakukan biaya langganan dengan pembayaran “Pro-Rated” untuk layanannya. Sebagai contoh, biaya langganan bulanan sudah termasuk besaran bandwidth yang spesifik, jika penggunaan melebihi bandwidth tersebut, maka akan dikenakan biaya tambahan.

Akan lebih baik jika anda mengecek kebijakan dari penyedia mengenai VM yang belum diaktifkan, Karena beberapa penyedia memberikan biaya berdasarkan jumlah dan tipe VMs yang dibuat, tanpa memperdulikan apakah VM tersebut diaktifkan atau tidak. Sedangkan beberapa penyedia memberikan biaya hanya pada pemakaian saja berdasarkan VM yang diaktifkan.

Disaster Recovery : App baru untuk komputasi awan

DR berbasis komputasi awan biasanya berarti mereplikasi data / seluruh VM kedalam komputasi awan. Namun, bagi perusahaan yang sudah mempunyai Data center cadangan sebagai DR, akan lebih masuk akal untuk menggunakan layanan komputasi awan sebagai mekanisme untuk memfasilitasi proses DR dibandingkan dengan menggunakan komputasi awan sebagai tempat penyimpanan data. Sebagai contoh, Microsoft Corp., telah memperkenalkan Hyper-V Recovery Manager di Windows Azure.

Hyper-V Recovery Manager adalah layanan yang bersifat hybrid yang memberikan kemampuan kepada anda untuk menggunakan Windows Azure untuk memanage proses replikasi antara Data center utama dan cadangan.

Cara penyedia memberikan tagihan kepada perusahaan anda mempunyai pengaruh yang sangat besar kepada biaya pengembangan DR berbasis komputasi awan yang akan anda kembangkan. Oleh Karena itu sangatlah penting untuk membuat estimasi biaya yang akurat sebelum menandatangani kontrak dengan penyedia layanan. Meskipun beberapa penyedia menggunakan formulasi billing yang rumit, ada beberapa tools yang bisa membantu anda mengestimasi biaya. Sebagai contoh, Microsoft Corp. menawarkan alat estimasi biaya untuk Windows Azure. Tidak jauh beda, Amazon Web Services menawarkan sebuah kalkulasi harga. Atau, tools dari pihak ketiga yang mempunyai kemampuan untuk membuat estimasi harga. “Veeam Backup” dan “Replication Cloud Edition”, sebagai contoh, mempunyai alat kalkulasi untuk estimasi harga yang bisa berkerjasama dengan berbagai penyedia komputasi awan.

 

4 Mengembangkan strategi manajemen bandwidth

Langkah yang tidak kalah penting dalam mengembangkan DR ke komputasi awan adalah menyusun strategi untuk memanaged bandwidth dari internet. Hal tersebut penting untuk diperhatikan, Karena :

  • Banyak penyedia layanan mematok harga untuk penggunaan bandwidth
  • Provider internet anda sudah pasti membebankan biaya pemakaian bulanan atau dikenakan biaya tambahan untuk penggunaan bandwidth yang melebihi batas.
  • Anda harus menyediakan bandwidth yang memadai untuk bisa membackup / mereplikasi data.
  • Anda harus memastikan bahwa backup / replikasi data komputasi awan tersebut tidak terlalu memakan banyak bandwidth yang mengakibatkan pengguna internet lain menjadi terganggu Karena kurangnya ketersediaan bandwidth.

5 Menentukan kebutuhan yang bersifat logistik

Jika perusahaan anda hanya menggunakan komputasi awan untuk penyimpanana saja, maka hal tersebut tidak terlalu membutuhkan rencana logistik yang terlalu besar. Namun, suatu perusahaan yang ingin melakukan “full-blown failovers” kepada komputasi awan akan memerlukan logistik yang banyak.

Kebutuhan logistic yang direncanakan akan berbeda-beda tergantung dari infrastruktur perusahaan anda, jasa layanan komputasi awan yang sedang digunakan dan yang diinginkan nantinya. Meskipun demikian, ada beberapa aspek dalam rencana proses logistik yang bersifat umum.

Pertimbangan pertama yang berhubungan dengan bagaimana anda akan mencopy data dari data center on premis ke layanan komputasi awan. Jika anda menggunakan komputasi awan public, proses replikasi akan lebih berbasis software. Dalam beberapa kasus, anda harus menggunakan mekanisme replikasi yang sesuai dengan penyedia layanan dan juga harus kompatibel dengan data asli di on premis yang akan anda replikasi.

Pertimbanga utama lainnya adalah sinkronisasi Active Directory (AD). Solusi clustering berbasis Windows memerlukan “Cluster nodes” untuk menjadi anggota dari domain Active Directory. Itu artinya jika anda bertujuan mengembangkan cluster ke DR berbasis komputasi awan, anda perlu mengembangkan domain AD on premis menuju komputasi awan.

6 Replikasi VM

Clustering tidak selamanya cocok untuk beberapa situasi, dan tidak setiap aplikasi atau server virtual bisa di cluster. Salah satu teknik alternative dalam penggunaan komputasi awan untuk DR adalah dengan mereplikasi VMs menuju komputasi awan. Jika suatu perusahaan menggunakan pendekatan ini, mereka harus menentukan apa yang mereka harapkan dari proses replikasi ini. Sebagai contoh, replikasi level VM akan memberikan beberapa benefit sebagai berikut :

  • Recovery berbasis “point in time image”
  • Kemampuan untuk meningkatkan kemampuan mengcopy VM dan ekstrak data
  • Kemampuan user untuk redirect ke VM berbasis komputasi awan yang telah direplikasi ketika ada masalah di on-premis

Jika tujuan utama anda adalah meredirect user ke VM yang berbasis komputasi awan ketika terjadi masalah, maka tantangan terbesar yang akan anda hadapi adalah hal yang berkaitan dengan injeksi IP address dan modifikasi DNS record. Untuk bisa digunakan, VMs memerluakn IP address yang bersifat local menuju subnet virtual network berbasis komputasi awan, dimana mereka akan berada disana selama terjadi gangguan. Modifikasi DNS record diperlukan sehingga virtual server bisa ditemukan ketika berjalan di komputasi awan.

Penyedia hypervisor besar menawarkan fitur untuk melakukan hal tersebut dan mengalihkan kerja anda, namun bebeapa penyedia backup pihak ketiga menawarkan kapasitas yang sama yang bisa digunakan tanpa perlu konfigurasi injeksi IP address dan modifikasi DNS dari admin.

Untuk info lebih lanjut silahkan cek link berikut  layanan Disaster Recovery Datacomm Cloud Business

Atau kirimkan email anda ke : cloudciti@datacomm.co.id

 

Source : http://searchcloudstorage.techtarget.com/feature/Implementing-cloud-based-disaster-recovery-Six-key-steps

  • 9
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*