Memilih Metode Disaster Recovery, Konvensional vs Cloud

disaster recovery

Disaster recovery (DR) pada saat ini membutuhkan respon yang cepat. Kerugian bisnis perjam yang dikarenakan kebakaran, kebanjiran atau ransomware membutuhkan biaya yang tinggi untuk tetap dijalankan dengan menggunakan metode DR yang lama.

Ketika membahas recovery, kita perlu memisahkan antara system yang lama dengan system siap pakai yang memiliki proprietary system masing-masing. Standarisasi dari system siap pakai akan memberikan opsi yang cukup kuat ketika menggunakan cloud sebagai lokasi DR.

Diantara metode-metode DR yang umum digunakan adalah dengan melakukan konfigurasi pembagian beban kerja ke beberapa lokasi DR. Ide dari metode ini adalah pada saat kita kehilangan 1 lokasi DR, memungkinkan beban kerja berpindah ke lokasi yang lain meskipun lokasinya berjauhan.

Permasalahan dengan metode banyak lokasi DR ini adalah masalah harga. System tambahan dibutuhkan dimana akan menambah beban biaya 50% – 100% tergantung apakah DR hanya melindungi system kritikal saja atau semua system. Tambahan beban biaya untuk tenaga kerja juga dibutuhkan, dan juga fasilitas, listrik, keamanan, dan lain sebagainya. Hal ini adalah hal yang umum karena beberapa perangkat dan software yang lama menggunakan proprietary system masing-masing.

Backup, biasanya ke media tape, adalah salah satu pilihan untuk system yang lama ini. Meng-copy data ke tape biasanya menjadi pekerjaan yang mudah, tetapi saat melakukan recovery membutuhkan waktu beberapa jam atau hari tergantung pada perangkat pengganti yang tersedia. Recovery akan lebih lama ketika harus membeli perangkat pengganti terlebih dahulu. Backup ke cloud bisa menjadi salah satu alternative yang sesuai untuk beberapa kasus yang menggunakan system siap pakai.

Temukan Solusi Tepat

System siap pakai biasanya sudah siap untuk menggunakan metode DR ke cloud. Dengan kebanyakan system yang berjalan di server virtual,  penggantian beban server bisa dialihkan ke server virtual yang ada di public cloud.

Ada beberapa pendekatan. Pertama adalah dengan mengoperasikan system cloud-burst dimana kelebihan beban kerja di data center secara otomatis dialihkan ke cloud. Tidak akan ada masalah dengan penempatan data pada proses ini, tetapi lebih kepada seberapa cepat waktu untuk recoverynya (RTO).

Kedua, dengan menyediakan system backup yang akan selalu menyimpan data dan server virtual terupdate di public cloud, yang siap dinyalakan setiap saat ketika terjadi bencana. Dengan public cloud, tidak perlu menyalakan server untuk recovery karena system di cloud memungkinkan untuk nyala dalam hitungan menit dan dibayar sesuai dengan pemakaian server (pay per use).

Pemilahan Metode Disaster Recovery

Disini disaster recovery as a service (DRaaS) menjadi penting. Team IT harus menanyakan apakah mereka harus melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan perlindungan terhadap beroperasinya system atau memberikan pekerjaan ini ke ahlinya (outsource to cloud). Hal ini memang membutuhkan biaya, tetapi dengan justifikasi bahwa beban kerja memanage kesiapan DR dan resiko saat melakukan recovery dibandingan dengan biaya yang keluar ketika system tidak berfungsi akan menjadi lebih besar.

Menentukan metode perlindungan data yang akan digunakan membutuhkan Analisa TCO yang tepat. Mungkin tidak bisa menggunakan satu metode untuk semua kasus, tapi mungkin saja menggunakan beberapa metode perlindungan.

Pilih backup ke cloud ketika:

  • Data tidak diakses secara sering. Cold data atau system yang tidak membutuhan RTO cepat memenuhi kriteria penggunaan backup ke cloud.
  • Pembuatan kembali server virtual di cloud tidak terlalu rumit.
  • Mempunyai ahli penanganan DR sendiri dan bisa melakukan test DR setiap 6 bulan.

DRaaS menjadi pilihan tepat ketika:

  • Team IT tidak memiliki team yang ahli DR
  • Membutuhkan RTO yang cepat, misalnya online marketing
  • Setup aplikasi dan infrastrukturnya sangat rumit

Biasanya, DRaaS membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan menggunakan system backup di lokasi data center sendiri, tetapi dengan kemampuan vendor DRaaS memberikan layanan server virtual secara on-demand akan memberikan penurunan biaya operasional secara jauh dan pada akhirnya Analisa TCO akan menjadi factor penentu.

Untuk Layanan Disaster Recovery as a Service dari Datacomm bisa klik tautan berikut : https://cloud.datacomm.co.id/services/cloudciti/disaster-recovery-as-a-service/id 

  • 3
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*