Peranan IT Resilience dalam Transformasi Digital

it resilience

Transformasi digital adalah proses penggabungan fungsi dari teknologi digital kedalam semua aspek organisasi, mendorong perubahan dalam melakukan bisnis yang secara signifikan bisa meningkatkan fungsi, kinerja dan jangkauan organisasi, dengan tetap mengedepankan value kepada customer.

Secara garis besar, inovasi akan mengarahkan pada ‘disruption’ atau gangguan yang kemudian akan mengarah pada transformasi di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Sebagai contoh Komputasi awan, big data, machine learning, IoT – akan mengarahkan pada cara baru dalam melakukan sesuatu yang akan mengganggu cara lama yang sudah dilakukan / status quo. Gangguan ini pada gilirannya akan mengakselerasi, atau bahkan secara langsung memaksa terjadinya transformasi di lingkungan organisasi. Ada banyak faktor yang bisa menjadi pengganggu, namun bisa kita kategorikan menjadi tiga area yang lebih luas lagi :

TEKNOLOGI

Sebagai hal baru yang muncul dari pengembangan berbasis teknologi dengan kemampuan dan kemungkinan yang lebih menjanjikan di masa mendatang, organisasi harus bertransformasi untuk tetap relevan atau bisa beresiko tertinggal dari kompetitor yang lebih cepat beradaptasi

PELANGGAN

Dengan masyarakat yang selalu mencari cara baru untuk menggunakan teknologi terkini, pemilik bisnis harus bertransformasi untuk memenuhi permintaan pelanggan atau beresiko kehilangan pelanggan

LINGKUNGAN

Faktor ekonomi, politik, dan perubahan peraturan pemerintah bisa memaksa dilakukannya transformasi dikarenakan pemilik bisnis harus mengikuti aturan yang ada jika ingin beroperasi secara lancar. Faktor tersebut sangat sulit diprediksi dan membutuhkan agilitas untuk bisa beradaptasi dengan lancar.

Di era digital semuanya adalah tentang kecepatan. Semua harus dilakukan secara cepat, baik itu pengiriman layanan, pengembangan aplikasi, layanan pelanggan sampai pada proses internal. Namun hal tersebut tergantung pada infrastruktur IT yang tersedia, dalam kata lain, bisnis hanya akan bergerak cepat jika infrastrukturnya mendukung.

Transformasi digital yang sukses memerlukan layanan IT yang bisa mendeliver secara cepat, lincah, dan proses yang efisien. Semua itu bisa dicapai dengan menggunakan proses bisnis secara otomatis, membuat portal yang ‘self-service’, menganalisa proyek, memanfaatkan teknologi cloud dan lain-lain. Proses automasi tidak hanya mengefisiensikan secara operasional dan memotong biaya operasional IT saja, namun hal itu juga mengakselerasi seluruh aspek dari Transformasi Digital.

Datacomm Cloud Business Bersama Zerto percaya bahwa elemen yang paling fundamental dalam otomasi maupun proses transformasi digital adalah IT Resilience. Dengan mempertimbangkan IT Resilience dari awal, perusahaan bisa menciptakan platform yang aman, fleksibel, dan kuat untuk bisa terus bersaing di transformasi digital yang semakin kompleks.

Datacomm Cloud Business didukung oleh teknologi Zerto mampu memberikan solusi bagi anda dalam menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi digital,mulai dari membuat standarisasi, membangun pondasi yang kuat, otomatisasi dengan real time monitoring serta analisa dengan infrastruktur handal dan terjamin keamanannya.

Salah satu layanan yang ditawarkan oleh Datacomm Cloud Business adalah Disaster Recovery as a Service (DRaaS) didukung oleh teknologi dari Zerto, membuat DRaaS dari Datacomm Cloud Business akan mampu menjawab tantangan yang anda hadapi dalam menghadapai transfromasi digital.

Source : Zerto datasheet, The Role of IT Resilience in Digital Transformation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*