microservices

3 Alasan Utama Mengapa Harus Mengoperasikan Microservices Apps di Container

Microservices adalah trend platform aplikasi yang belum lama ini muncul, sebuah arsitektur yang akan berfungsi sebagai dasar untuk banyak aplikasi selama 10 tahun ke depan. Alasan utamanya adalah keuntungan yang terkait dengan microservices itu sendiri seperti pengembangan yang agile dan arsitektur yang memungkinkan bisnis untuk mengembangkan dan memberikan “digital offering” yang baru dengan lebih cepat.

Pindah ke arsitektur aplikasi baru berarti membuat beberapa perubahan. Anda harus mengubah praktik yang sudah ada, serta SDM yang diperlukan untuk mengoperasikan aplikasi berbasis microservices, seperti monitoring dll. Tetapi pertanyaan terbesar yang belum terjawab adalah, environment seperti apa yang harus digunakan untuk aplikasi microservices Anda? atau, di lingkungan seperti apa mereka harus berjalan?

Read More

pilih monolithic atau microservices

Pilih Monolithic Atau Microservices ?

Saat ini, microservices dikenal luas untuk pembagian aplikasi menjadi layanan yang lebih kecil dan saling berhubungan. Ini berbeda dari monolitik yang merupakan kebalikan dari microservices. Monolithic juga bisa diartikan sebagai satu. Arsitektur monolithic adalah arsitektur untuk membuat aplikasi di mana semua komponen tidak terpisah satu sama lainnya.

Setiap microservice adalah aplikasi kecil yang memiliki arsitektur heksagonal sendiri yang terdiri dari logika dan berbagai adaptor (bahasa pemrograman, dll.). Sementara pendekatan monolitik bekerja dengan baik untuk banyak organisasi dan aplikasi, microservices menjadi semakin populer di kalangan organisasi yang membutuhkan kelincahan dan skalabilitas yang lebih besar.

Read More

microservices

3 Rahasia Dalam Membangun Microservices Yang Harus Anda Ketahui

Microservices adalah praktik software engineering yang populer dan modern. Prinsip microservices adalah membangun aplikasi dengan memisahkan komponen bisnis menjadi layanan kecil yang dapat digunakan dan dioperasikan secara independen satu sama lain. Pemisahan antara layanan bisa didefinisikan sebagai “service boundaries”.

“Service Boundaries” terkait erat dengan tuntutan bisnis dan batas hierarki suatu organisasi. Layanan tersebut dapat dikaitkan dengan pemisahan tim, budget, dan roadmap. Beberapa contoh “service boundaries” mungkin seperti proses pembayaran dan otentikasi pengguna. Microservices berbeda dari praktik pengembangan software lama di mana semua komponen digabungkan menjadi satu.

Read More

find it

Find IT 2019, Teknologi untuk Indonesia 4.0

Dunia memasuki revolusi industri ke-4. Yang membedakan revolusi industri ini dari yang sebelumnya adalah penggunaan teknologi informasi sebagai sarana untuk membawa dunia virtual lebih dekat ke dunia fisik. Kemajuan di bidang teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan, menimbulkan kekhawatiran bahwa manusia dapat digantikan oleh mesin. Untuk menghadapi fenomena ini, jelas bahwa Indonesia harus menyiapkan berbagai aspek, terutama di bidang teknologi informasi.

Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu adanya wadah untuk menampung berbagai kreatifitas dalam bidang teknologi informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. FIND IT! Dengan tema “Teknologi untuk Indonesia 4.0” dipersembahkan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang dihelat pada tanggal 28 April 2019. Dengan adanya pelaksanaan FIND IT! ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja masyarakat untuk mempersiapkan Indonesia dalam menghadapi revolusi industri ke-4.

Read More

indi 4.0

Datacomm Mendukung Digitalisasi Koperasi di Indonesia

Informasi tentang Indikator Penegakan Industri Industri 4.0 atau Indeks Kesiapan Industri Indonesia (INDI 4.0) terus ditingkatkan sebagai bagian dari tahap implementasi Making Indonesia 4.0 . Berkenaan dengan itu, Kementerian Perindustrian dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI)  menyelenggarakan  acara INDI 4.0 Conference pada 15-16 April 2019 bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) – BSD, Tangerang.

Acara ini terdiri dari seminar, pameran, dan penghargaan. Acara ini diselenggarakan bersama dengan serangkaian acara di KTT Industri Indonesia 2019 (IIS 2019) diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan melibatkan pemangku kepentingan pemerintah, pemangku kepentingan dan asosiasi industri dan akademisi.

Read More

bpr bprks

Solution Day Innovative Financial Cloud Solution for BPR BPRS

Menurut penelitian TI – DPNP -OJK, yang disadur oleh Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia), disebutkan bahwa terdapat kelemahan BPR/BPRS dalam sistem IT yang dapat mengakibatkan fraud atau error. Salah satunya adalah sistem tidak dapat memvalidasi data yang telah diinput serta sistem yang dimiliki masih memungkinkan untuk diintervensi atau dimanipulasi.

Dengan pertimbangan pentingnya perkembangan teknologi untuk BPR dan BPRKS, Datacomm Cloud Business (DCB) pada tanggal 28 Maret 2019 mengadakan Solution Day dengan mengusung tema ‘Innovative Financial Cloud Solution to Boost Your Enterprise Agility in Digital Transformation Era’ dengan menggandeng partner yang kredibel dalam bidang pengembangan teknologi diantaranya, Turnkey Lender, Egeroo, Veriva Systems, Digius, 121Advisor, serta Selindo Alpha. Para partner memaparkan materi dengan berbagai teknologi yang memungkinkan BPR dan BPRS untuk bersaing dengan fintech  yang sedang melaju kencang di Indonesia.

Read More

otomatisasi BPR

Solusi Otomatisasi BPR

Dari sekian banyak solusi bagi BPR dan BPRS dalam mengembangkan teknologinya, solusi otomatisasi kredit merupakan salah satu pengembangan yang dikedepankan. Mengapa hal itu bisa menjadi prioritas ? salah satu alasannya adalah disebabkan oleh terus meningkatnya tren kredit dan BPR/BPRS harus siap bersaing dengan institusi finansial lain.

Menurut informasi yang didapat dari Turnkey Lender, diketahui bahwa kenaikan baki debet kredit UMKM perbankan dari 2012 sampai 2016 mengalami kenaikan sebesar 68%, sedangkan kenaikan tahunan kredit yang dialami sektor property se-Indonesia dari April 2016 sampai April 2017 mengalami kenaikan sebanyak 11,4%. Hal ini menunjukan bahwa tren kredit di Indonesia terus naik, dan disinilah BPR/BPRS harus ambil peranan.

Read More