shutterstock_331041884

Rilis Kode Mirai IoT Botnet Menimbulkan Kekhawatiran Peningkatan Serangan DDoS

Para ahli keamanan memperingatkan  organisasi  / perusahaan yang sudah aktif di  dunia online harus mempersiapkan diri untuk serangan IoT botnet kelas terabit berbasis DDoS yang bisa merobohkan hampir semua bisnis offline atau menonaktifkan sebagian area internet

Para ahli keamanan khawatir bahwa dengan dirilisnya kode untuk Miraibotnet akan mendorong lonjakan kuat serangan DDoS yang akan mendatangi hampir semua perusahaan offline. Kode Malware yang dirilis di bawah sebuah forum di awal bulan oktober ini memungkinkan penyerang untuk membajak ribuan perangkat internet of things (IoT), seperti webcam, untuk melakukan serangan DDoS. Mirai malware menyebar dengan memindai internet untuk perangkat IoT, termasuk router, yang hanya dilindungi oleh default username dan password untuk menginfeksi dan memaksa mereka untuk melakukan serangan DDoS. Security blogger Brian Krebs, percaya bahwa Mirai digunakan untuk menyerang situs beritanya dengan serangan DDoS 620gigabits per detik (Gbps) pada tanggal 20 September 2016, dia mengatakan dengan dirilisnya kode malware hampir dipastikan bahwa internet akan segera dibanjiri serangan botnet baru.

Seminggu kemudian, perusahaan hosting di Perancis OVH yang pada puncaknya diserang oleh lebih dari satu terabit atau 1.000 gigabits per detik.

Menurut The Hacker News, serangan OVH merupakan rekor baru dan diyakini telah diaktifkan dengan menggunakan bandwidth gabungan botnet 150.000 IoT perangkat.

Kekuatan Mirai botnet jauh melebihi IoT botnet sebelumnya yang ditemukan pada bulan juni 2016 yang meluncurkan serangan DDoS di Brazil dan AS sekitar 400 Gbps.

“Sehubungan dengan diluncurkanya source code ini, Kita hampir pasti akan melihat lonjakan aktivitas DDoS, jika tidak untuk alasan tertentu, maka orang-orang hanya bermain dengan kode untuk melihat apa yang dilakukannya,” kata Mark James, security specialist di perusahaan keamanan perangkat lunak Eset.

Read More