CLOUD SERVICES SECURITY SERVICES DATACENTER SERVICES
  • Colocation
  • Smart Agriculture on Datacomm Cloud

    Solusi Perkebunan Digital terintegrasi untuk Industri Perkebunan

    Sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar dan negara penghasil tebu terbesar ke-8 di dunia, tidak diragukan lagi Indonesia adalah salah satu pemain terpenting dalam industri perkebunan. Faktanya, minyak kelapa memberikan kontribusi antara 1,5 - 2,5 persen dari produk domestik bruto Indonesia (PDB).

    Seperti kebanyakan industri besar, perkebunan akan menghadapi banyak tantangan yang unik pada industrinya. Baik menyangkut dalam hal logistik, pemantauan pekerja, pemeliharaan alat berat, atau perencanaan dan pelacakan selama panen bahan baku. Sangatlah penting untuk perkebunan agar mampu melacak semuanya. Apalagi dengan ukuran lokasi yang besar, akan butuh banyak tenaga untuk mengaturnya secara efisien tanpa alat pembantu.

    Industri kelapa sawit dan tebu dapat memperoleh banyak manfaat dan bisa menyelesaikan masalah ini dengan mengimplementasi SMART AGRICULTURE. Solusi ini akan menambah nilai bagi bisnis Anda dengan pelacakan dan pemantauan real-time yang konsisten yang akan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat waktu. Juga untuk laporan, dan forecasting.

    Dengan menggunakan solusi SMART AGRICULTURE kami, pelanggan akan dapat lebih fokus pada bisnis mereka. Memungkinkan anda untuk meningkatkan produktivitas bisnis dengan meningkatkan efektivitas anda.

    Solusi SMART AGRICULTURE untuk Industri Perkebunan

    SMART AGRICULTURE adalah Solusi Digital untuk industri perkebunan kelapa sawit dan tebu. Solusi ini merupakan aplikasi berbasis cloud dan mobile yang terintegrasi. Yang akan memungkinkan untuk peningkatan kegiatan operasional dan organisasi industri perkebunan. Karena perkebunan biasanya meliputi lahan luas di lokasi terpencil, maka penting untuk menambahkan faktor ini ke dalam solusinya. Dan kami telah sukses dalam memasukkan factor ini dalam solusi ini.

    Solusi SMART AGRICULTURE adalah hasil aliansi yang melibatkan Datacomm Cloud Business, AMS Teknologi, Integrasia Utama, dan eKomoditi. Dalam aliansi ini, Datacomm menyediakan Data Center dengan sertifikasi untuk ISO 27001, ISO 20000, ISO 9000, PCI-DSS, RATED-3 dan DCOS-4 TIA-942

    Solusi lengkap dan terintegrasi ini terdiri dari beberapa modul, yang bisa dilihat di bawah ini:

    1. Modul Pemantauan Aset Bergerak dan Stasioner bernama SIOPAS atau SIOPASPLUS
    2. Modul Pemantauan dan Pelacakan Pekerja bernama GEOHR
    3. Modul WebGIS dan MAP-GIS yang dikombinasikan dengan Analisis AGRISOURCE
    4. Modul Logistik Bernama OSLOG
    5. Modul ERP untuk perkebunan bernama EPCS-IPLAS

    Tantangan bagi Industri Perkebunan untuk bersaing di pasar global

    Seperti terlihat pada Grafik 1, industri perkebunan adalah industri yang masih terus berkembang dengan banyak potensi. Dengan profitabilitas itu muncul beberapa tantangan yang unik untuk industrinya. Maka agar perkebunan dapat berfungsi secara lebih efisien dan efektif sehingga mereka dapat tetap punya kelebihan di atas kompetisinya, ada kebutuhan untuk solusi yang dapat andal, cepat, tepat, dan aman.

    Graph 1. Growth of Palm Oil Plantation in Indonesia from 1980 - 2016

    Sumber : Perkembangan Mutakhir Industri Minyak Sawit Indonesia

    Namun, dalam mengadopsi TI untuk industri perkebunan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi:

    Bagaimana kami memecahkanbeberapa tantangan unik perkebunan

    Seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1, ukuran area perkebunan seringkali sangat luas dan sering memiliki konektivitas buruk karena lokasinya yang terpencil. Itulah sebabnya kami menggunakan kombinasi IoT dan infrastruktur cloud untuk memecahkan masalah ini.

    Nama 2017
    Kelapa Sawit 14.048.722 hektar
    Tebu 420.146 hektar

    Table 1. Total hektar penanaman tebu dan kelapa sawit di Indonesia (Status Per tahun 2017)

    Sumber : Areal Palm Oil

    Berdasarkan Tabel 2, dengan ukuran lahan yang begitu besar, ada juga kebutuhan untuk staf-staf yang dapat memeliharanya. Mulai dari pekerja lapangan, manajer, hingga staf di kantor, manajer lokasi memimpin semuanya. Akan membuang banyak waktu jika mereka harus menandai jam masuk dan keluar dari kantor utama sebelum menuju ke posisi yang ditentukan. Dengan GEOHR kami, mereka akan dapat melakukannya di lapangan.

    Uraian 2000 2010 2014 2015 2016
    Tenaga Kerja Petani Sawit 1.360.000 3.420.000 4.104.100 4.281.548 4.432.362
    Karyawan 717.916 1.199.552 3.202.200 3.352.422 3.454.532
    Tenaga Kerja Kebun Sawit 2.077.916 4.619.552 7.306.300 7.633.970 7.886.894

    Table 2. Pertumbuhan pekerja dalam penanaman Kelapa Sawit di Indonesia

    Sumber : Perkebunan Kelapa Sawit Tidak Berperan Dalam Menurunkan Pengangguran di Pedesaan (Mitos)

    Dengan sistem IoT kami, kami juga bisa menyediakan data kondisi di lapangan secara real-time. Solusi ini dapat memberi pelanggan data yang akurat untuk presipitasi, bahaya kebakaran, dan kelembaban untuk memberikan beberapa contoh. Sehingga para pelanggan dapat memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada bisnis mereka.

    Ini hanyalah beberapa contoh dari tantangan yang dapat dipecahkan dengan SMART AGRICULTURE kami.

    Faktor-faktor yang harus dipikirkan untuk digitalisasi Industri Perkebunan

    Aliansi ini menawarkan solusi ERP terintegrasi berbasis cloud untuk digunakan dalam Industri Perkebunan. Dengan bekerja sama dengan mitra DCB yang ahli dalam layanan TI perkebunan, kami menggabungkan aplikasi terbaik yang ditargetkan khusus untuk industri perkebunan. 

    Apa layanan yang bisa didapatkan dari produk ini?

    Solusi ERP End-to-End dengan analitik dan kemampuan WebGIS dan MAPGIS, terintegrasi dengan logistik, manajemen aset, sistem pelacak kehadiran yang dapat digunakan bahkan di tempat-tempat terpencil. Juga Pusat Bantuan atau Dukungan Di Tempat atau Di Luar Lokasi tergantung pada modul. Add-on opsional juga mencakup: Backup dan Disaster Recovery di Data Center lokal.

    Seberapa besar investasinya?

    Dengan layanan yang terletak di Cloud, kami mengubah CAPEX tradisional (Biaya Modal) menjadi OPEX (Biaya Operasional), yang merupakan berbasis langganan bulanan. Mengurangi biaya manajemen dan pemeliharaan untuk infrastruktur TI. Sehingga pelanggan dapat fokus pada bisnis mereka.

    Tergantung pada solusi yang digunakan, ada beberapa alat IoT yang akan diutilisasi dan akan disediakan oleh Integrasia dengan biaya tambahan.

    Selain itu, hanya ponsel genggam, laptop, atau tablet dengan hubungan internet saja yang diperlukan untuk dapat mengakses aplikasi.

    Modul lain yang diinginkan oleh pelanggan dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

    Deskripsi ModulSmart Agriculture

    Modul ini digunakan untuk pemantauan dan optimalisasi aset. Solusi ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem informasi aset yang mungkin sudah ada dan sedang digunakan saat ini. Selain itu, solusi ini dapat menampilkan gambar visual untuk informasi seperti foto, video atau dokumen digital pada peta.

    Ada 2 tipe aplikasi SIOPAS.

    1. Modul Pemantauan Aset Tetap bernama SIOPAS. Sebagai contoh: Tanah, bangunan, jembatan, dll
    2. Modul Pemantauan Aset Bergerak bernama SIOPASPlus untuk asset bergerak. Sebagai contoh: Ambulans, kendaraan operasional, alat berat, dll

    Untuk informasi lebih lanjut Klik disini

    Modul ini adalah sistem Portal Web yang mengintegrasikan data pelacakan kehadiran staf kantor dan Aplikasi Pelacakan Kehadiran Ponsel untuk staf yang bertugas di lapangan yang dapat diakses dari mana saja.

    Dengan portal GEOHR, staf dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya. Selain sebagai data untuk KPI staf, aplikasi ini juga dapat membantu memastikan keamanan staf yang bekerja di luar kantor dengan menggunakan panic button.

    Untuk informasi lebih lanjut Klik disini

    Modul yang bernama OSMAP ini adalah modul manajemen data geospasial yang digabungkan dengan pengembangan engine yang memungkinkan perkebunan untuk mempercepat pengembangan sistem informasi geospasial berbasis web yang mengintegrasikan data transaksi dari sistem ERP ke dalam data geospasial (peta).

    Untuk informasi lebih lanjut Klik disini

    Modul ini dikombinasikan dengan WebGIS dan MAP-GIS untuk memberikan analisis data berdasarkan pencitraan satelit dengan waktu tunggu 1-2 minggu, dalam resolusi tinggi. Modul ini bekerja bersama dengan sensor IoT di lapangan dan kata sandi Artificial Intelligence untuk menghasilkan data berikut:

    1. Ramalan hasil panen perkebunan
    2. Kelola hama
    3. Tanda-tanda api
    4. Kesehatan tanaman
    5. Manajemen air
    6. Tanda Bahaya api, etc.

    Untuk informasi lebih lanjut Klik disini

    Modul ini dapat meningkatkan efektifitas pemanfaatan transportasi, keselamatan kerja, dan efisiensi logistik. OSLOG juga menyediakan bantuan di bidang lain seperti:

    1. Penerimaan Pengiriman
    2. Pemantauan Pengiriman
    3. Penyelesaian Pengiriman

    Data yang dapat dikumpulkan dengan OSLOG adalah:

    1. Performa Penjualan
    2. Pengiriman Tepat Waktu
    3. Durasi Pengiriman
    4. Key Performance Indicator (KPI), dll.

    Untuk informasi lebih lanjut Klik disini


    Modul ini memberi pelanggan akses mudah ke informasi operasional utama di perkebunan untuk pengambilan keputusan. Modul ini memberikan kemampuan untuk pengambilan keputusan yang lebih jelas, lebih cepat, dan lebih mudah dengan Enterprise Resource Planning (ERP) khusus untuk perkebunan yang disebut EPCS-IPLAS.

    Modul ini bekerja dalam kombinasi dengan ponsel Android yang diinstal EPCS untuk mengurangi kesalahan dari data yang tidak benar karena data Global Positioning System (GPS) dalam bentuk gambar nyata dari lapangan.

    Modul juga mengurangi data yang redundan dan penggunaan laporan secara fisik.

    Watch This Video To Know More


    Additional Material


    Support Materials



    Increasing Sugar Production in Indonesia through Land Suitability Analysis and Sugar Mill Restructuring

    Indonesia is the fourth most populated country in the world with an annual population growth rate of 1.3%. This growth is accompanied by an increase in sugar consumption, which is occurring at an annual rate of 4.3%. The huge demand for sugar has created a large gap between sugar production and demand. Indonesia became the world’s largest sugar importer in 2017–2018. The main problems in sugar production in Indonesia were identified, including a stagnation in sugarcane harvest area, low sugarcane productivity, lack of good varieties, and inefficient sugar mills. Download

    Governing sustainable palm oil in Indonesia: An evolving policy regime

    Indonesian President Joko Widodo signed a recent moratorium on new palm oil concession permits. During the three-year freeze, the government will undertake a comprehensive nationwide review of oil palm licenses and develop efforts to enhance productivity – particularly for smallholders. This move is seen as a significant step forward to improving governance in this sector. Read More

    Layanan Cloudciti Lainnya